Perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak manfaat bagi pelajar, seperti kemudahan belajar dan berkomunikasi. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul masalah serius yang perlu diperhatikan, yaitu cyberbullying. Cyberbullying adalah tindakan perundungan yang dilakukan melalui media digital, seperti pesan singkat, media sosial, atau platform daring lainnya.
Di lingkungan sekolah, cyberbullying dapat berdampak besar terhadap kesehatan mental siswa. Korban cyberbullying sering merasa takut, cemas, rendah diri, bahkan kehilangan semangat belajar. Karena dilakukan di dunia maya, perundungan ini dapat terjadi kapan saja dan sulit dihindari, sehingga membuat korban merasa tertekan secara terus-menerus.
Upaya anti-cyberbullying sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Siswa harus diajarkan untuk saling menghormati, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta berani melaporkan tindakan cyberbullying yang mereka alami atau lihat.
Peran guru dan orang tua juga sangat dibutuhkan dalam pencegahan cyberbullying. Guru dapat mengawasi perilaku siswa dan memberikan bimbingan, sedangkan orang tua dapat mendampingi anak dalam menggunakan internet di rumah. Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan siswa akan membuat upaya pencegahan cyberbullying lebih efektif.
Dengan adanya kesadaran dan tindakan nyata anti-cyberbullying, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangan karakter positif siswa. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang aman untuk tumbuh, berinteraksi, dan saling menghargai

